Kamis, 28 Oktober 2010

HUKUM KLIMAKS

Hukum Klimaks (hukum titik puncak)

Kita semua mengetahui bahwa di alam semesta ini tidak ada hal yang abadi kecuali hanya Allah yang esa semua ciptaanya akan mengalami perubahan tidak ada yang tetap pada bentuk dan posisinya. Jika kita menghayati gunung yang kelihatanya tetap pada posisinya, padahal tidaklah demikian. Dalam Q.S Al Naml 27 ; 88 dijelaskan “dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap ditempatnya, padahal dia berjalan sebagai jalannya awan..” benda – benda / makhluk-makhluk yang lainpun juga sama mengalami perubahan begitupula peradaban manusia semua akan mengalami perubahan dari titik terendah menuju titik puncak atau klimaks dan akhirnya menurun sampai pada titik lenyap atau kehancurannya. Hukum klimaks yaitu bahwa segala sesuatu yang ada didunia akan mengalami proses perubahan dari titik terendah atau awal permulaan terus berkembang menuju titik puncaknya dan setelahnya mengalami penurunan sampai pada akhirnya titik lenyap atau titik hancur. Semua proses daur ulang pun hanya untuk menghambat saja agar tidak cepat pada titik lenyap. Daur ulangpun kadang membuat hal baru lagi, benda aslinya sebenarnya sudah dikatakan lenyap dan itu pun dimulai dari awal dan tetap akan mengalami klimaks hingga sampai pada titik lenyapnya.
Semua akan mengalaminya baik itu benda mati, makhluk hidup, maupun segala ciptaannya dan perbuatannya akan mengalami klimaksnya hinga sampai pada kehancurannya. Kita bisa perhatikan yang ada pada diri kita dan lingkungan sekitar bahwa benda, manusia, negara, kerajaan, peradaban, kecanggihan teknologi, energi akan mengalami hal tersebut.
Sebelum melihat lebih jauh kita amati diri kita sendiri dahulu bahwa kita dari belum ada dan proses sampai kita ada, lahir belum tahu apapun dan belum bisa apapun, menuju anak-anak, remaja dan dewasa. Pada masa remaja dan dewasa (masa muda) inilah masa keemasan kita. Kita bisa melakukan banyak hal saat kondisi badan kita masih kuat, pikiran kita masih segar, ingatan-ingatan masih kuat, menuju menjelang tua, usia lanjut, tua renta dan akhirnya mati lenyap lagi menjadi tanah. Titik lenyap pada setiap benda, makhluk dan segala ciptaan dan perbuatannya berbeda-beda. Ada yang mengalami proses klimaksnya lama terus setelah klimaks langsung lenyap, ada yang mengalami proses klimaknya cepat terus proses menuju titik lenyapnya lama, ada yang agak stabil dan lain sebagainya.
Contoh yang lainnya kita bisa perhatikan sejarah-sejarah pada zaman dahulu seperti peradaban yunani kuno, mesir, babilonia, dinasti-dinasti cina, daulah-daulah islam semua mengalami masa keemasan / puncak kejayaan dan akhirnya mengalami kehancuran dan sekarang hanya tinggal sejarahnya saja.
Kita jangan bangga dengan kecanggihan teknologi sekarang yang masih terus berkembang semua itu juga akan mengalami titik klimaknya bahwa suatu saat nanti teknologi akan mengalami titik lenyap juga, jaman kecanggihan akan menjadi seperti jaman seperti dahulu lagi. Kitapun tidak boleh pesimis membandingkan Indonesia dengan negara-negara lain bahwa Indonesia belum mengalami kemajuan yang tinggi, semua itu akan tetap berjalan sampai pada masanya entah itu kapan tapi yang jelas Indonesia akan menjadi negara maju sedangkan negara yang sudah maju akan mengalami proses kemunduran juga dan bahkan mengalami proses kehancuran seperti kita ketahui sejarah-sejarah dari masa lalu. Kalau kita amati juga sebenarnya ada peradapan yang paling tinggi diantara semua peradaban entah masa kita atau masa yang akan datang dan selanjutnya peradabannya hampir seperti dahulu dan akhirnya lenyaplah peradaban manusia.

Created by Muhammad Yustia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar