Kamis, 14 April 2011

Apakah Sains bisa membuktikan adanya keberadaan Tuhan???

Menurut pendapat saya bahwa sains dapat membuktikan adanya Tuhan. Yang dimaksud membuktikan adanya Tuhan yaitu bahwa seluruh alam semesta ini adalah merupakan ciptaan Allah Tuhan yang Maha Esa. Allah telah menyuruh hambanya untuk menggunakan akalnya untuk berfikir dan memahami segala ciptaan-Nya. Semakin manusia berfikir maka semakin banyak hal yang dia ketahui, semakin canggih teknologi maka semakin banyak hal-hal yang terungkap yang dahulu mustahil sekarang menjadi hal yang sudah bisa diterangkan secara ilmiah. Semakin banyak kita mengetahui segala ciptaan Allah maka kita akan memahami eksistensi adanya Tuhan walaupun kita banyak mengetahui tentang ciptaanNya namun kita hanya sedikit sekali memahami esensi Tuhan. Mengapa demikian??? “karena ilmu Allah Maha luas sedangkan ilmu manusia sangat sedikit sekali, ibarat setetes air dibanding luasnya samudra dan bahkan lebih luas lagi”, tapi setidaknya kemajuan teknologi dapat menghantarkan manusia semakin beriman bagi yang menggunakan akalnya dengan baik. Sebenarnya orang atheis pun mempercayai adanya tuhan sebagai contoh orang atheis saat dia mengadakan penelitian tentang asal mula penciptaan manusia, dia mempercayai adanya kekuatan yang luar biasa mengapa hal itu bisa terjadi. Banyak peneliti-peneliti yang masuk islam dikarenakan dia menemukan banyak hal-hal yang tidak bisa dijelaskan oleh kemampuan akalnya bahwa ada kekuatan besar diluar dirinya dan bahwa alam semesta ini ada merupakan bukti adanya tuhan.

Dalam al Qur’an pun diterangkan tentang berbagai macam ilmu supaya manusia memahaminya dan berfikir. Banyak ayat-ayat al Qur’an yang menjelaskan bukti-bukti adanya Tuhan. Firman Allah dalam Q.S Ar Ra’d ayat 3
3. Dan Dia-lah Tuhan yang membentangkan bumi dan menjadikan gunung-gunung dan sungai-sungai padanya. dan menjadikan padanya semua buah-buahan berpasang-pasangan[765], Allah menutupkan malam kepada siang. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.

24. Dialah Allah yang Menciptakan, yang Mengadakan, yang membentuk Rupa, yang mempunyai asmaaul Husna. bertasbih kepadanya apa yang di langit dan bumi. dan dialah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.(Q.S Al Hasyr : 24)

Saya akan memberikan contoh perkembangan teknologi yang dahulu belum ada dan dapat mengungkap misteri-misteri illahi yang dahulu belum bisa diterima secara logis sekarang bisa di terangkan secara logis. Contohnya yaitu, dahulu manusia menempuh perjalanan dengan kendaraan sederhana, sehingga jika menempuh perjalanan panjang dibutuhkan waktu yang sangat lama, berbeda dengan jaman sekarang teknologi sudah maju sehingga manusia bisa menempuh perjalanan jauh dengan waktu yang singkat apalagi sekarang sudah ada kendaraan yang melebihi kecepatan suara dan sekarang pun sudah ada kendaraan untuk pergi ke luar angkasa yang dahulu merupakan hal mustahil. Dalam bidang telekomunikasi dahulu manusia tidak bisa berkomunikasi jarak jauh, berbeda dengan sekarang setelah ditemukannya gelombang listrik dalam udara yang mampu mengirim berbagai pesan, sekarang sudah tidak ada hal yang tidak mungkin untuk berkomunikasi dengan orang di tempat yang jauh. Dalam bidang kedokteran, dahulu para tabib hanya mengobati dengan gejala-gejala yang nampak tapi berkat kemajuan teknologi manusia semakin mengetahui berbagai macam penyebab penyakit, dapat mengetahui sampai hal-hal yang terkecil dalam tubuh, mulai dari organ tubuh, sel, inti sel, bahkan sampai DNA dan cara kerjanya. Semakin majunya teknologi maka semakin kita mengagumi betapa Maha Sempurnanya Allah yang menciptakan segala sesuatu dengan sangat seimbang dan komplek. Dahulu kita belum bisa menjelaskan tentang proses kejadian manusia secara detail, tapi sekarang kita bisa mempelajarinya dengan mudah karena adanya perkembangan teknologi yang mendukung. Perkembangan teknologi tidak hanya pada bidang kedokteran saja melainkan pada berbagai hal seperti, astronomi, geologi, fisika, dan lain sebagainya. Semakin majunya teknologi maka semakin banyak hal-hal yang terungkap.

Bukti yang sangat konkrit mengenai adanya Tuhan, yaitu manusia mampu mengungkapan berbagai hal yang dahulunya belum terungkap dan sekarang pun masih menjadi misteri. Contohnya yaitu kita mengampil dari proses penciptaan manusia. Semakin majunya sains maka manusia dapat memahami hal-hal yang belum terungkap sekarang sudah bisa di jelaskan tapi hal tersebut masih menjadi misteri besar karena ada hal yang belum bisa dijelaskan secara ilmiah. Manusia bisa menerangkan tentang proses, perkembangbiakan hewan mulai makhluk hidup bersel satu, proses perubahan pada telur, hewan bersel banyak, hingga penciptaan manusia di dalam rahim seorang ibu mulai dari pembuahan (fertilisasi) sampai menjadi seorang bayi dan dilahirkan. Begitu canggihnya teknologi manusia yang sudah bisa menjelaskan hal tersebut, tapi ada hal yang belum bisa terungkap yaitu mengenai Ruh. Ilmuwan manapun belum bisa mengungkapkan bagaimana caranya atau awal mulanya dari sebuah sel yang bertemu bisa menjadi makhluk hidup yang bernyawa. Para ilmuwa bisa menerangkan proses dari awal pembuahan sampai dilahirkan, mengenai tahap-tahapnya, perubahan-perubahan yang terjadi, dan waktu-waktunya tapi belum bisa mengungkap atau menjelaskan secara ilmiah tentang dari mana datangnya Ruh. Dalam proses tersebut tidak semua bisa menjadi makhluk hidup ada yang mati dan ada juga yang bisa menjadi sebuah makhluk hidup yang bernyawa. Manusia belum bisa mengungkapkan hal itu, maka hal tersebut sudah merupakan salah satu bukti nyata tentang adanya Tuhan. Berkembangan sains semakin mendorong manusia untuk mempelajari lebih mendalam tentang yang ada di alam.

Dengan majunya perkembangan teknologi manusia apakah sudah bisa mengetahui keberadaan Tuhan??? Jawabnya sudah jelas bisa bahwa ada kekuatan luar biasa dalam alam semesta ini yang para ilmuawan belum bisa menjelaskan Dan dalam hal ini saya teringat akan sebuah hadits bahwa Tuhan lebih dekat dari urat leher kita. Dengan demikian bahwa keberadaan Tuhan di setiap makhluk ciptaannya karena alam semesta ini merupakan kekuasaan dan ciptaan Tuhan yang Maha Esa

Pengaruh Lingkungan Terhadap Kesehatan Jiwa

Pengaruh Lingkungan Terhadap Kesehatan Jiwa

A. PENDAHULUAN
Kita semua sudah paham akan dampak atau pengaruh lingkungan terhadap kondisi kesehatan kita baik secara fisik maupun secara psikis. Lingkungan merupakan segala sesuatu yang ada pada diri kita sehingga secara otomatis akan berpengaruh pada diri kita. Jika lingkungan sehat maka diri kita pun bisa jadi sehat, dan bila lingkungan kita kurang sehat atau tidak baik juga akan berpengaruh pada kesehatan kita pula.
Dalam ilmu kesehatan masyarakat kita diterangkan berbagai macam ilmu tentang mencegah timbulnya penyakit, kondisi lingkungan yang baik, dan cara mempertinggi nilai kesehatan baik secara fisik maupun psikis.
Pada makalah ini akan membahas tentang pengertian konsep sehat dan sakit, faktor-faktor yang mempengaruhi kesehatan baik secara fisik maupun jiwa, bentuk-bentuk pencemaran lingkungan dan dampaknya, serta usaha mencapai kesehatan secara holistik.

B. PEMBAHASAN
1. Konsep Sehat dan Sakit
a. Pengertian Sehat
Sehat merupakan sebuah keadaan yang tidak hanya terbebas dari penyakit akan tetapi juga meliputi seluruh aspek kehidupan manusia yang meliputi aspek fisik, jiwa, fikiran, emosi, sosial dan spiritual. Sehat merupakan keadaan seseorang yang dapat memenuhi kebutuhan pokoknya sesuai dengan derajatnya masing-masing sebagai umat manusia.
Menurut WHO (1947) Sehat itu sendiri dapat diartikan bahwa suatu keadaan yang sempurna baik secara fisik, mental dan sosial serta tidak hanya bebas dari penyakit atau kelemahan (WHO, 1947).
Definisi WHO tentang sehat mempunyui karakteristik berikut yang dapat meningkatkan konsep sehat yang po¬sitif (Edelman dan Mandle. 1994):
1) Memperhatikan individu sebagai sebuah sistem yang menyeluruh.
2) Memandang sehat dengan mengidentifikasi ling¬kungan internal dan eksternal.
3) Penghargaan terhadap pentingnya peran individu dalam hidup.
UU No.23 tahun 1992 tentang Kesehatan menyatakan bahwa: Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan hidup produktif secara sosial dan ekonomi. Dalam pengertian ini maka kesehatan harus dilihat sebagai satu kesatuan yang utuh terdiri dari unsur-unsur fisik, mental dan sosial dan di dalamnya kesehatan jiwa merupakan bagian integral kesehatan.
Dalam pengertian yang paling luas sehat merupakan suatu keadaan yang dinamis dimana individu menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan lingkungan internal (psikologis, intelektual, spiritual dan penyakit) dan eksternal (lingkungan fisik, sosial, dan ekonomi) dalam mempertahankan kesehatannya.

b. Pengertian Sakit
Ada beberapa batasan tentang sakit yaitu :
1. Menurut Perkins sakit adalah suatu keadaan yang tidak menyenangkan yang menimpa seseorang sehingga menimbulkan gangguan aktifitas sehari-hari baik jasmani, rohani dan sosial.
2. Menurut Webster’s New Collegiate Dictionary, sakit adalah suatu kondisi dimana kesehatan tubuh lemah.
3. Sakit adalah keadaan yang disebabkan oleh bermacam-macam hal (kejadian atau kelainan) yang dapat menimbulkan gangguan terhadap susunan tubuh (fungsi tubuh) .
4. Sakit adalah keadaan yang tidak seimbang antara fisik, jiwa dan fikiran yang disebabkan oleh beberapa faktor.

2. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kesehatan Baik Secara Fisik Maupun Jiwa
Ada tiga faktor yang mempengaruhi kesehatan seseorang yaitu :
a) Penyebab penyakit (agent)
b) Manusia sebagai tuan rumah (host)
c) Lingkungan (enviroment)

a) Penyebab Penyakit (agent)
Penyebab penyakit dapat dibagi dalam dua golongan yaitu :
1. Golongan eksogen yaitu penyebab penyakit yang terdapat di luar tubuh manusia yang dapat menyerang perorangan dan masyarakat. Terbagi atas :
• Yang nyata dan hidup
Penyebab penyakit ini sering disebut bibit penyakit seperti bakteri, rickettsia, virus, cacing, protozoa, jamur, dan sebagainya.
• Yang nyata dan tidak hidup terdiri dari
- Zat-zat kimia, seperti racun-racun, dan sebagainya.
- Trauma seperti trauma elektrik (kena arus listrik), trauma mekanik (terpukul, tertabrak), trauma thermos (terbakar)
- Makanan ; kekurangan beberapa zat makanan seperti protein, vitamin-vitamin, mineral atau kekurangan makanan secara keseluruhan (kelaparan/gizi buruk)
• Yang berbentuk abstrak
- Bidang ekonomi : kemiskinan
- Bidang sosial : sifat a-sosial (yaitu sifat orang yang tidak dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya, sehingga sering melakukan tindakan-tindakan yang tidak sesuai dengan hukum yang berlaku dalam masyarakat, orang ini terasing dari masyarakat) ataupun anti sosial (yaitu sifat orang yang terang-terangan tindakannya bertentangan dengan hukum yang berlaku dalam masyarakat).
- Bidang mental : kebiadaban, asusila, tidak berperikemanusiaan dan sebagainya.
2. Golongan endogen yaitu sifat seseorang yang dasarnya sudah ditentukan sejak lahir, yang memudahkan timbulnya penyakit tertentu. Termasuk golongan ini adalah :
• Habitus (perawakan) misalnya habitus asthenikus yaitu perawakan yang tinggi kurus dan berdada sempit dikatakan mudah terserang tuberculosis.
• Penyakit turunan misalnya asma, buta-warna, diabetes dan sebagainya.

b. Manusia sebagai tuan rumah (host)
Manusia sebagai tuan rumah, yaitu manusia yang dihinggapi penyakit, merupakan faktor yang sangat penting. Bila seseorang ditulari bibit penyakit, maka belum tentu orang tersebut menderita sakit karena masih tergantung dari beberapa hal. Salah satu diantaranya adalah daya tahan tubuh orang tersebut. Daya tahan tubuh yang tinggi, baik badan, jiwa maupun sosialnya dapat menghindarkan manusia dari berbagai jenis penyakit baik fisik maupun jiwa.
Daya tahan tubuh ini dapat ditingkatkan dengan berbagai cara antara lain digolongkan menjadi :
- Pola makan
- Pola fikir
- Pola hidup
Daya tahan masyarakat tergantung pada daya tahan perorangan yang membentuk masyarakat itu. Makin tinggi daya tahan perorangan dan makin banyak orang yang meningkatkan daya tahan tubuhnya maka semakin tinggi pula daya tahan masyarakat, sehingga kesehatan masyarakat semakin terjamin.

c. Lingkungan (environment)
Lingkungan hidup adalah segala sesuatu baik benda maupun keadaan yang berada di sekitar manusia yang dapat mempengaruhi kehidupan manusia dan masyarakat.
Lingkungan hidup dapat dibagi dalam 4 golongan dan masing-masing ada yang berguna dan ada yang merugikan serta yang satu mempengaruhi yang lainnya secara timbale balik. Golongan tersebut antala lain :
1. Lingkungan Biologik, terdiri atas organisme yang berada di sekitar manusia.
Yang merugikan :
• Bibit penyakit seperti bakteri, virus, rickettsia, jamur, protozoa, cacing dan sebagainya.
• Binatang penyebar penyakit seperti lalat, tikus, nyamuk dan sebagainya.
• Organisme sebagai hama tanaman atau pembunuh ternak.
Yang berguna :
• Tumbuhan dan hewan sebagai bahan makanan
• Organisme yang berguna untuk industri seperti obat antibiotika, ragi, bahan obat-obatan lainya.
2. Lingkungan Fisik, terdiri atas benda-benda tak hidup yang berada disekitar manusia. Termasuk di dalamnya udara, sinar matahari, air, perumahan, sampah dan lainnya.
Yang merugikan :
• Udara berdebu mengandung gas beracun, baik dari kendaraan bermotor maupun dari pabrik.
• Iklim yang buruk, tanah yang tandus, air yang kotor dan tercemar, pembuangan sampah, kotoran, dan limbah.
Yang berguna :
Udara yang bersih, tanah yang subur dengan iklim, perumahan yang sehat makanan yang cukup dan sehat, dan sebagainya.
3. Lingkungan Ekonomi, merupakan lingkungan yang abstrak.
Yang merugikan :
Kemiskinan merupakan lingkungan hidup yang sangat membahayakan kesehatan manusia baik secara fisik maupun jiwa. Karena orang miskin tidak dapat memenuhi kebutuhan akan makanan yang sehat, yang akan melemahkan daya tahan tubuhnya sehingga mudah diserang penyakit, dan karena faktor kemiskinan dapat memicu meningkatnya gangguan jiwa.
Yang menguntungkan :
Kemakmuran yang merata pada setiap anggota masyarakat.
4. Lingkungan Mental Sosial, merupakan lingkungan hidup abstrak contohnya hubungan pertemanan, hubungan kerja, dan lain sebagainya. Lingkungan ini sangat erat kaitannya juga dengan kesehatan manusia baik secara fisik maupun jiwa. Jika lingkungan sosial baik maka akan tercipta hubungan yang harmonis pula dalam masyarakat.
Yang merugikan :
Sifat anti-sosial, asusila, egoistis dan lain sebagainya.
Yang menguntungkan :
Sifat saling membantu (gotong royong), toleransi, sadar dan patuh pada hukum dan peraturan yang berlaku di masyarakat.
Dalam hal hubungan manusia dengan lingkungan yang mengandung bahaya baginya, ada dua tindakan yang dapat diambil agar tetap sehat, yaitu :
- Tindakan yang ditujukan kepada manusia sendiri agar mempunyai daya tahan tubuh yang tinggi serta menghindari kontak dengan bibit penyakit dan penyebab penyakit lainnya.
- Tindakan yang ditunjukan kepada lingkungan hidup manusia dengan maksud mengubah lingkungan hidup, sehingga faktor yang buruk dapat diatasi dan tidak membahayakan kesehatan manusia.

3. Bentuk-bentuk Pencemaran Lingkungan dan Dampaknya.
Polusi atau pencemaran
Yaitu semua hal yang menimbulkan terganggunya sistem keseimbangan pada lingkungan hidup yang menyangkut aspek kesehatan dan semua yang menyebabkan gangguan serta kenyamanan makhluk hidup
Mengenai polutan (unsur-unsur penyebab polusi), dapat digolongkan menjadi dua, yaitu :
1). Yang bersifat kuantitatif
yaitu terdiri dari unsur-unsur yang secara alamiah telah ada di dalam alam ini, tetap jumlahnya semakin bertambah karena kegiatan manusia sehingga menyebabkan pencemaran, misalnya : karbondioksida, nitrogen, posfor dan sebagainya.
2). Yang bersifat kualitatif
Yaitu terdiri dari senyawa-senyawa yang terjadi karena sengaja dibuat manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, tetapi kurang bijaksana dalam penggunaannya, misalnya: pestisida, detergen, pupuk, dan sebagainya.
Pencemaran sangat banyak jenisnya dan ada beberapa hal yang perlu diketahui adalah pencemaran air, pencemaran tanah, pencemaran udara, pencemaran suara, pencemaran sinar atau cahaya.
Jenis-jenis pencemaran antara lain :
a). Pencemaran Air
Air merupakan salah satu bagian terpenting dalam kehidupan kita. Jika air mengalami pencemaran maka dampaknya sudah secara langsung mengenai manusia karena air merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia dan semua makhluk hidup lainya. Pencemaran air sebagian besar disebabkan oleh ulah manusia yang kurang bijaksana seperti pembuangan limbah di sungai, baik berupa limbah rumah tangga seperti sisa cucian yang mengandung zat-zat detergen, maupun limbah industri yang mengandung zat-zat kimia berbahaya. Dalam bidang pertaniaan penggunaan pestisida, pupuk tanaman. Air yang sudah tercemar sudah tidak baik bagi kesehatan karena mengandung zat-zat kimia berbahaya seperti timah, posfat, belerang, unsur-unsur pestisida dan lain sebagainya selain dari zat-zat kimia air pula dapat tercemari oleh bibit penyakit, yang dapat menyerang manusia dan hewan.
b). Pencemaran Tanah
Pencemaran tanah sangat erat kaitannya dengan pencemaran air sebab air akan meresap dengan tanah, jika air tercemar maka tanah pun bisa tercemar. Bentuk-bentuk pencemaran tanah antara lain dari akibat pembuangan limbah, penggunaan zat-zat kimia yang melebihi batas. Dampak dari pencemaran tanah mengakibatkan tanah menjadi tidak produktif atau mengalami penurunan kualitas.
c). Pencemaran Udara
Udara dikatakan sudah tercemar manakala susunan kandungan senyawa yang ada dalam udara sudah tidak seimbang. Polusi udara pun sangat perpengaruh langsung pada kesehatan manusia dan makhluk hidup lainnya. Polusi udara ditimbulkan dari berbagai hal seperti, sisa sisa pembakaran baik dari kendaraan bermotor, asap dapur rumah tangga, kebakaran hutan, ledakan bom, pembuangan sampah dan sebagainya. Kualitas udara di daerah-daerah industri, perkotaan dan sekitar jalanan sudah banyak yang tercemar.
d). Pencemaran Suara
Pencemaran suara biasanya ditimbulkan dari mesin-mesin yang sedang bekerja, Dampak yang timbul dari pencemaran suara tidak hanya berdampak pada fisiologis saja melainkan juga dampak psikologis. Orang yang terlalu lama di dalam kebisingan bisa memicu stress seperti halnya para pekerja di pabrik, sopir-sopir dan lain sebagainya. Orang yang mendengarkan lagu saja bila terus menerus bisa menyebabkan kebosanan apalagi dengar suara-suara yang gaduh.
e). Pencemaran Sinar atau Cahaya
Dalam kehidupan sehari-hari kita mengenal banyak macam sinar. Pengaruh sinar pun bermacam-macam ada yang bermanfaat ada pula yang berbahaya. Tiap-tiap jenis sinar mempunyai perbedaan pada frekuensi getar atau gelombang elektromagnetiknya. Tiga sinar yang kategori paling tinggi frekuensi gelombang elektromagnetiknya antara lain : sinar gamma (γ), sinar X (sinar Rontgen), sinar Ultra Violet (UV). Sinar gamma (γ) memiliki gelombang eloktromagnetik paling tinggi dan ini yang paling berbahaya. Sinar ini tidak tampak dan dapat menembus apa saja yang menghalanginya karena sinar ini mempunyai panjang gelombangnya yang pendek. Sinar gamma (γ) dapat merusak susunan kromosom atau gen dalam inti sel sehingga mengasilkan keturunan yang bervariasi ada yang mati, ada yang cacat, ada yang unggul karena adanya mutasi gen. Sinar gamma (γ) timbul dari zat radioaktif atau nuklir. Nuklir disamping mempunyai manfaat besar juga menyimpan bahaya yang besar pula.
Dari uraian bentuk-bentuk pencemaran maka kita bisa menganalisa bahwa pencemaran lingkungan akan berdampak langsung pada kesehatan manusia baik secara fisik maupun psikis. Dampak secara fisiologis kita bisa mengetahui dengan mudah seperti tubuh menjadi sakit atau rentan terhadap penyakit sedangkan dampak secara psikis ada yang secara langsung ada pula yang tidak langsung.
Dampak secara langsung seperti terjangkit penyakit gila yang disebabkan oleh bakteri. Dalam sebuah penelitian ilmiah telah menemukan penyebab penyakit psikis yang berasal dari faktor bakteri, dengan demikian gangguan jiwa pun dapat disebabkan oleh bakteri. Dalam sebuah penelitian menerangkan, penyebab orang mengalami gangguan jiwa ialah bakteri berbeda yang aktif dan berkembang biak dalam tubuh mereka. Sebagai contoh, streptokokus dapat memicu sindrom Tourette, yang akrab disebut sebuah gangguan dari sistem saraf pusat yang terkait dengan berbagai saraf tak sadar, gerakan obsesif, dan sebagainya. Para ilmuwan mengklaim bahwa dalam kasus seperti bakteri biasanya menembus langsung ke dalam area otak yang bertanggung jawab untuk reaksi motif. Mereka memprovokasi perintah palsu menyebabkan saraf tak sadar, agresi, dan gangguan emosional. Demikian yang disitat dari Genius Beauty, Kamis (24/3/2011).
Dampak tidak langsung yaitu dengan kondisi tubuh yang sakit maka akan berpengaruh pada kesehatan jiwa pula, karena keduanya saling keterkaitan dan kesehatan jiwa merupakan bagian yang integral sehingga tidak bisa dipisahkan. Jika tubuh sakit maka akan mempengaruhi jiwa seseorang begitu juga sebaliknya, misal jika ada orang sedang sakit gigi maka emosional orang tesebut sangat sensitif sehingga tidak ingin di ganggu, dan terkadang cepat marah/tersinggung.

4. Usaha Mencapai Kesehatan Secara Holistik
Pengertian sehat yaitu jika kondisi tubuh manusia secara fisik dan jiwanya mengalami keseimbangan antara lain keseimbangan tubuh (body), Jiwa (soul), fikiran (mind), jika individu-individu disuatu masyarakat itu sehat maka akan tercipta kesejahteraan dan produktivitas sosioekonomi yang baik pula. Atas dasar definisi tersebut maka manusia selalu dilihat sebagai satu kesatuan yang utuh (holistik) dari unsur badan (organo biologik), jiwa (psiko edukatif), sosial (sosio kultural) yang tidak dititik beratkan pada penyakit tetapi pada kualitas itu yang terdiri dari kesejahteraan dan produktivitas sosial ekonomi. Dan definisi tersebut tersirat bahwa kesehatan jiwa merupakan bagian yang tidak terpisahkan (integral) dari kesehatan dan unsur utama dalam menunjang terwujudnya kualitas hidup manusia yang utuh.
Faktor-faktor yang mempengaruhi kesehatan manusia antara lain faktor internal dan faktor eksternal. Faktor-faktor tersebut antara lain :
a. Pola Makan
Setiap makanan yang kita konsumsi akan mengalami proses pencernaan jika makanan itu baik maka akan menyehatkan tubuh orang tersebut dan begitu juga sebaliknya. Makanan yang baik bagi tubuh adalah makanan yang halal dan toyib. Makanan yang halal saja belum tentu baik bagi tubuh, misal saja gula itu halal tetapi tidak toyib bagi penderita diabetes, santan dan makana berminyak tidak baik untuk penderita kolesterol, garam tidak baik bagi penderita hipertensi, sayuran kul tidak baik bagi penderita hipotensi, dan berbagai makanan lain sehingga kita harus memperhatikan pola makan kita untuk menjaga kesehatan tubuh manusia secara fisik.
b. Pola Hidup
Pola hidup ini berkaitan dengan cara kita mengatur segala aktifitas kita misal saja penentuan waktu untuk bekerja, belajar, istirahat, berolah raga, refreshing dan lain sebagainya. Sebab dalam tubuh manusia secara fisik maupun jiwa butuh waktu istirahat. Orang yang berlebihan ataupun kurang dalam beristirahat maupun bekerja akan berpengaruh pada kesehatan orang tersebut. Kita dapat menyesuaikannya sendiri tergantung kebutuhan.
c. Pola Fikir
Banyak kalangan dari kita sering pesimis dalam berfikir untuk melakukan sesuatu, takut dalam menghadapi masalah, sering dimanja dalam kenyamanan, sering dalam ketidaksadaran, dan yang paling parah yaitu selalu memandang atau menilai secara negatif. Pola berfikir sangat erat kaitannya dengan kesehatan manusia baik secara fisik maupun jiwa.
Pola fikir yang sehat yaitu kita selalu berfikir positif dalam segala hal. Berfikir positif dapat memicu energi-energi positif pula yang mampu menyehatkan secara fisik dan mengatasi berbagai masalah. Dengan berfikir positif maka akan menghasilkan energi positif yang mampu membangkitkan semangat manusia untuk berkarya.
Setiap manusia mempunyai empat macam lokasi untuk mengakses data di otaknya, yaitu visualisasi atau melihat hal-hal yang telah lalu, misalnya masa kecil ; imajinasi yaitu melihat dengan cara membuat simulasi tentang apa yang terjadi atau dibayangkan terjadi (khayalan belaka), misalnya Walt Disney; listening, yaitu mendengar perkataan dari masa lalu, misalnya kata ayah dan ibu serta nyanyian; discussing, yaitu mendengar dengan cara membuat simulasi tentang apa yang bisa terjadi dan membayangkan berdiskusi dengan orang lain.

C. KESIMPULAN
Dalam uraian makalah dapat disimpulkan bahwa lingkungan mempunyai peranan yang sangat besar dalam mempengaruhi kehidupan manusia baik secara fisik maupun psikis. Jika lingkungan sehat maka akan mempengaruhi kesehatan manusia dan makhluk lainnya, demikian juga sebaliknya


DAFTAR PUSTAKA

Azinar, Muhammad, “Konsep Sehat-Sakit”, 2010.

Sarudji, Didik dkk, “Ilmu Kesehatan Masyarakat, jilid I”, (Semarang : Pusdiknakes, 2004).

Abdullah Aly dan Eny Rahma, Ilmu Alamiah Dasar, (Jakarta: Bumi Aksara, 2009 ) Eds 1, Cet. 15.

http://www.google.co.id/

H, Priatno, M, Spiritual Thinking, Sukses dengan Neuro Linguitic Programming (NLP) dan Tasawuf , (Bandung: Mizan Pustaka, 2007).


MAKALAH

PENGARUH LINGKUNGAN TERHADAP KESEHATAN JIWA

Disampaikan Dalam Diskusi Mata Kuliah “Antropobiologi”
Dosen Pengampu: Dr. Anik Setyo Wahyuningsih








Disusun oleh :
FITKA APNIYUSTIA ( 094411005 )




FAKULTAS USHULUDDIN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI WALISONGO
SEMARANG
2011

Minggu, 20 Maret 2011

Mencapai Keseimbangan Holistik antara body-soul-mind

I. PENDAHULUAN
Kita menyadari bahwa bagian dari tubuh manusia terdiri dari unsur jasmani dan rohani. Untuk mencapai kesehatan secara holistik maka diperlukan keseimbangan antara keduanya karena bagian tersebut ibarat dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan. Jika tubuh secara fisik sakit terkadang pun bisa mempengaruhi dengan kondisi kejiwaan seseorang, begitu juga sebaliknya jika jiwa sakit tubuh pun bisa sakit dan bila jiwa sehat bisa membantu menyembuhkan penyakit fisik juga. Misal jika orang sedang sakit kepala, atau sakit gigi dapat mempengaruhi emosional orang tersebut sehingga terkadang orang tersebut mudah marah, mudah tersinggung. Contoh lain kadang jiwa yang sehat dapat menyembuhkan penyakit fisik hal ini sudah banyak yang mengalaminya misal saja orang sudah divonis dokter usianya tinggal berapa bulan saja karena sebuah analisa dokter mengatakan bahwa infeksi penyakit parah dan sukar disembuhkan, tetapi karena semangat dalam jiwa orang tersebut maka orang tersebut mampu sembuh dan banyak contoh lainnya yang ada dalam kehidupan kita. Dalam makalah ini akan dibahas tentang mengenai perspektif holistik tubuh manusia, perbedaan cara pengobatan dunia barat dan dunia timur, mencapai keseimbangan holistik (yang berkaitan dengan pola makan, pola hidup, dan pola fikir).

II. PEMBAHASAN
A. Perspektif Holistik Tubuh manusia.
Manusia pada hakikatnya terdiri dari dua subtansi, yaitu fisik dan psikis. Subtansi fisik adalah subtansi material, tidak berdiri sendiri, berbentuk komposisi, tidak kekal dan berada dalam alam jasad (jisim). Sedangkan subtansi immaterial, berdiri sendiri, tidak berbentuk komposisi, mempunyai daya mengetahui dan menggerakkan, kekal dan berasal dari dunia metafisik.
Secara fisik manusia sudah mengetahui banyak hal tentang dirinya, karena sifat dari mudah diamati, tetapi dalam kejiwaan susah dalam mengetahuinya dengan ilmu-ilmu yang miliki karena keterbatasan manusia. Dalam ilmu psikologi pun tidak bisa membahas jiwa secara detail karena pada hakikatnya jiwa tidak dapat terukur secara pasti, berbeda dengan ilmu kedokteran yang bisa mengetahui anatomi tubuh manusia secara akurat, dapat mengetahui sistem kerja organ-organ tubuhnya beserta gangguan-gangguannya. Jika fisik sakit maka mudah mengenalinya, tetapi jika jiwa yang sakit kadang manusia tidak merasakan kecuali pada orang-orang yang peka yang mampu mengenali jiwanya sendiri.
Dari sudut pandang secara menyeluruh kita mengenal bahwa manusia terdiri dari tubuh fisik (body) secara biologis, jiwa (soul) (yang berkaitan dengan rasa, perasaan), dan fikiran (mind) yang berarti kemampuan secara intelektual. Untuk mencapai kesehatan lahir batin manusia harus bisa menyeimbangkan seluruhnya bagian tersebut karena jika salah satu bagian bermasalah maka bagian yang lainpun akan mengalami gangguan. Secara medis, emosi seseorang mempunyai pegaruh besar terhadap fisik manusia dalam mengeluarkan zat-zat tertentu yang berdampak pada kesehatan manusia. Misal jika orang sedang mengalami tekanan emosi maka dapat memicu asam lambung yang berakibat menjadi maag, gangguan pencernaan. Orang yang mengalami ketakutan dapat memicu keluarnya zat adrenalin dalam tubuh. Begitu juga sebaliknya kesehatan fisik juga mempengaruhi jiwa seseorang juga misal jika fisik sehat maka manusia dapat berfikir secara positif dan mampu berinteraksi sosial secara baik dapat mengontrol emosionalnya, tetapi jika fisik sakit terkadang manusia kurang mampu dalam mengontrol emosionalnya.
Uraian diatas sudah sedikit menggambarkan tentang bagaimana keterkaitan antara fisik dan jiwa manusia secara sederhana tetapi belum membahas secara detail tentang bagian tubuh manusia seutuhnya. Berikut ini akan dibahas mengenai tubuh (body) secara fisik, jiwa (soul), dan fikiran (mind).
1. Tubuh manusia (body)
Secara biologis tubuh manusia terdiri dari kumpulan organ-organ tubuh yang membentuk suatu sub sistem yang bekerja secara khusus, seperti sistem pernapasan, sistem pencernaan , sistem penginderaan, sistem saraf, sistem peredarah darah, sistem gerak, dan lain sebagainya sehingga membentuk tubuh manusia secara utuh. Tubuh secara fisik mudah dikenali karena kita mampu mengamati secara langsung.
Untuk mengetahui apakah fisik sedang sakit atau tidak dapat dilakukan test kesehatan, jika tidak ada gangguan pada masing-masing sub sistem dan pada organ-organ terkait berarti fisik orang tersebut dapat dikatakan sehat.
2. Jiwa (soul)
Definisi dari jiwa sangatlah banyak ada yang mengatakan, roh, nyawa, nafsu, perasaan, hati, qalb dan lain sebagainya. Dalam ilmu psikologi pun jiwa tidak dapat diketahui secara pasti, karena dari esensi jiwa itu tidak terukur seperti halnya fisik manusia. Dalam hal ini akan membahas pengertian jiwa dari berbagai sudut pandang. Jiwa dalam bahasa arab disebut (An nafs), jiwa itu sangat erat kaitannya dengan perasaan, keinginan, penilaian baik buruk, senang, sedih, tenang, gelisah dan sebagainya. Karena sifatnya yang labil maka jiwa tidak bisa diukur secara pasti, tetapi dapat diketahui dengan gejala-gejala atau gangguan-gangguan yang tampak. Dalam ilmu psikologi untuk mengetahui kondisi kejiwaan seseorang dapat dilakukan test kepribadian sehingga jika seseorang mengalami gangguan jiwa dapat diketahui dari hasil diagnosis melalui test kepribadian tersebut. Orang yang sehat jiwanya akan mampu mengatasi semua problem yang dihadapinya dan mampu berinteraksi dengan lingkungan sosial secara baik.
3. Fikiran (mind)
Kita semua sudah tahu fikiran itu sangat erat kaitannya dengan akal, sistem memori atau ingatan, kemampuan intelektual, kecerdasan dan lain sebagainya. Kesehatan akal pun sangat berbengaruh dengan kesehatan jiwa dan fisik juga. Jika manusia selalu berfikir positif maka dapat menghasilkan energi positif juga yang dapat mempengaruhi kesehatan jiwa dan fisiknya pula. Tingkat kecerdasan manusia dapat diukur dengan test IQ, atau Tes Potensi Akademik (TPA).
Dari uraian diatas maka kita tahu tentang perbedaan antara tubuh (body) secara fisik, jiwa (soul), dan fikiran (mind). Semua saling berkaitan walaupun itu hal yang berbeda. Yang perlu kita pahami yaitu bagaimana caranya untuk mencapai keseimbangan supaya diri kita sehat secara jasmani maupun rohani, metode cara penyembuhan yang sesuai.

C. Mencapai Keseimbangan Holistik
Pengertian sehat yaitu jika kondisi tubuh manusia secara fisik dan jiwanya mengalami keseimbangan antara lain keseimbangan tubuh (body), Jiwa (soul), fikiran (mind). Menurut UU No. 23 tahun 1992 yang dimaksud kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis. Atas dasar definisi tersebut maka manusia selalu dilihat sebagai satu kesatuan yang utuh (holistik) dari unsur badan (organo biologik), jiwa (psiko edukatif), sosial (sosio kultural) yang tidak dititik beratkan pada penyakit tetapi pada kualitas itu yang terdiri dari kesejahteraan dan produktivitas sosial ekonomi. Dan definisi tersebut tersirat bahwa kesehatan jiwa merupakan bagian yang tidak terpisahkan (integral) dari kesehatan dan unsur utama dalam menunjang terwujudnya kualitas hidup manusia yang utuh.
Faktor-faktor yang mempengaruhi kesehatan manusia antara lain faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal terdiri dari :
a. Pola Makan
Setiap makanan yang kita konsumsi akan mengalami proses pencernaan jika makanan itu baik maka akan menyehatkan tubuh orang tersebut dan begitu juga sebaliknya. Makanan yang baik bagi tubuh adalah makanan yang halal dan toyib. Makanan yang halal saja belum tentu baik bagi tubuh, misal saja gula itu halal tetapi tidak toyib bagi penderita diabetes, santan dan makana berminyak tidak baik untuk penderita kolesterol, garam tidak baik bagi penderita hipertensi, sayuran kul tidak baik bagi penderita hipotensi, dan berbagai makanan lain sehingga kita harus memperhatikan pola makan kita untuk menjaga kesehatan tubuh manusia secara fisik.
b. Pola Hidup
Pola hidup ini berkaitan dengan cara kita mengatur segala aktifitas kita misal saja penentuan waktu untuk bekerja, belajar, istirahat, berolah raga, refreshing dan lain sebagainya. Sebab dalam tubuh manusia secara fisik maupun jiwa butuh waktu istirahat. Orang yang berlebihan ataupun kurang dalam beristirahat maupun bekerja akan berpengaruh pada kesehatan orang tersebut. Kita dapat menyesuaikannya sendiri tergantung kebutuhan.
c. Pola Fikir
Banyak kalangan dari kita sering pesimis dalam berfikir untuk melakukan sesuatu, takut dalam menghadapi masalah, sering dimanja dalam kenyamanan, sering dalam ketidaksadaran, dan yang paling parah yaitu selalu memandang atau menilai secara negatif. Pola berfikir sangat erat kaitannya dengan kesehatan manusia baik secara fisik maupun jiwa.
Pola fikir yang sehat yaitu kita selalu berfikir positif dalam segala hal. Berfikir positif dapat memicu energi-energi positif pula yang mampu menyehatkan secara fisik dan mengatasi berbagai masalah. Dengan berfikir positif maka akan menghasilkan energi positif yang mampu membangkitkan semangat manusia untuk berkarya.
Setiap manusia mempunyai empat macam lokasi untuk mengakses data di otaknya, yaitu visualisasi atau melihat hal-hal yang telah lalu, misalnya masa kecil ; imajinasi yaitu melihat dengan cara membuat simulasi tentang apa yang terjadi atau dibayangkan terjadi (khayalan belaka), misalnya Walt Disney; listening, yaitu mendengar perkataan dari masa lalu, misalnya kata ayah dan ibu serta nyanyian; discussing, yaitu mendengar dengan cara membuat simulasi tentang apa yang bisa terjadi dan membayangkan berdiskusi dengan orang lain.

III. KESIMPULAN
Untuk mencapai kesehatan secara menyeluruh (holistik) maka diperlukan adanya keseimbangan antara tubuh, jiwa, dan fikiran karena manusia merupakan satu kesatuan yang utuh. Jika salah satu mengalami gangguan maka akan berakibat pada bagian yang lain pula. Kesehatan merupakan sesuatu yang kita harapkan bersama, maka lakukanlah yang terbaik untuk kesehatan kita. Lebih baik mencegah dari pada mengobati.

Rabu, 03 November 2010

MENGAPA BUNUH DIRI??

Penyebab orang Bunuh diri memang banyak faktor mungkin dari hal ekonomi, depresi, penyakit yang tak kunjung sembuh, putus cinta,trauma dll, tetapi yang paling utama adalah masalah karena lemahnya keimanan orang tersebut kepada Allah swt / Tuhannya sehingga orang mempunyai pandangan yang sangat sempit dan tidak mampu menghadapi persoalan yang terjadi. Yang perlu diperhatikan adalah kita bisa meningkatkan keimanan kita karena dengan meningkatkan keimanan kepada Allah swt kita akan bisa menata hati kita.
Sesungguhnya jika kita ingat Allah dalam keadaan senang maka Allah akan mengingat kita ketika susah. Barang siapa yang mengingat Allah maka Allah akan mengingatnya dan barang siapa yang melupakan Allah maka Allah akan melupakan dirinya. Barang siapa yang menempatkan hatinya di sisi Allah, niscaya akan tenang hatinya. Barang siapa yang melepaskan kepada manusia, niscaya akan goyah hatinya. Inti dari semua permasalahan yaitu karena lemahnya keimanan seorang hamba kepada Allah swt. Maka perlu kita meningkatkan keimanan kita. Sebagai lembaga Agama di Indonesia dan pemuka-pemukanya perlu mengadakan bimbingan kepada umatnya supaya dapat menghadapi semua masalah yang ada.
Memang ini tugas kita bersama tetapi yang mempunyai sarana dan peran besar adalah lembaga-lembaga pemerintah di bidang agama.
1. Demi masa.
2. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,
3. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.

Writed \By : Yustia
Mahasiswa Ushuluddin IAIN Walisongo Smrg
Jurusan Tasawuf & Psikoterapi
Kritik dan Saran
Via email (yust.cabtg@yahoo.co.id)

Minggu, 31 Oktober 2010

LIFE IS THINKING

Hidup adalah berfikir
Dalam kehidupan kita melihat banyak kejadian yang ada di sekitar kita. Banyak hal-hal yang kita tidak ketahui. Apakah kita pernah berfikir mengenai hal-hal tersebut seperti Apa manfaatnya?? Mengapa ini ada? Bagaimana bisa ada? Apa akibatnya bila tidak ada? Dan masih banyak lagi pertanyaan-pertanyaan yang belum kita temukan jawabannya. Maka dalam hidup ini kita perlu untuk berfikir mengenai apa yang ada di diri kita maupun lingkungan kita baik itu mengenai perilaku manusia maupun keadaan alam sekitar pada khususnya dan alam semesta pada umumnya. Coba kita lihat dalam al Qur’an surat al Alaq ayat pertama diterangkan “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan”, Ayat tersebut menurut beberapa ulama merupakan wahyu yang pertama kali turun. Dalam ayat tersebut pada awal ayat berbunyi “iqra” yang dalam terjemahan bahasa Indonesia berarti “bacalah”. Kata tersebut mempunyai makna yang sangat luas sekali, tidak hanya sekedar membaca seperti membaca sebuah teks bacaan saja melainkan kita harus bisa membaca apapun segala yang ada, yang kita lihat, kita dengar, kita rasa.
Membaca merupakan proses berfikir untuk mengetahui, memahami maksud atau hikmah yang terkandung didalamnya terhadap segala sesuatu yang kita rasakan, kita lihat, kita dengar dan berfikir untuk apa yang harus kita lakukan mengenai hal itu.
Dalam hal ini saya akan mengajak diri saya sendiri dan saudara yang budiman untuk berfikir untuk membaca segala sesuatu yang ada, baik yang tampak atau yang tidak tampak, baik yang sudah ada maupun yang belum ada maupun yang telah tiada.
Di negara kita tercinta kali ini sedang dilanda banyak bencana yang menimpa saudara-saudara kita sebangsa dan setanah air seperti, banjir bandang, tsunami, gunung meletus, angin topan. Semua bencana tersebut telah memakan korban yang tidak sedikit. Sedih sekali melihat saudara-saudara kita yang tertimpa musibah, harta benda, jiwa banyak yang hilang. Kita cobalah membaca hal itu apa sih penyebabnya dan siapa yang dapat merubahnya yaitu kita sendirilah yang berbuat.
“Allah tidak akan merubah suatu kaum manakala kaum tersebut tidak mau merubahnya”. Bencana yang kita alami merupakan ujian dari Tuhan dan kita harus ridha serta mencoba berfikir positif untuk mengetahui hikmah dari hal tersebut. Dalam sebuah hadits diterangkan “sesungguhnya Allah bila menyukai suatu kaum, maka dia akan menurunkan cobaan kepada mereka. Maka barang siapa yang ridha dengan ujian itu maka keridhaan Allah baginya, dan barang siapa yang membenci maka kebencian pula yang akan diterima”. Kita akan mencoba memahami hadits tersebut dan berfikir positif. Bahwa semua yang kita alami merupakan ujian dari Allah maka kita terima dengan ikhlas, yang dapat kita lakukan adalah ridha dengan keputusanNya, berfikir positif dan berbuat agar lebih baik. Berfikir positif bahwa Allah sedang menguji kita untuk menjadi umat yang lebih baik lagi. Kita bisa mecontoh hal-hal yang positif dari kisah-kisah para Rasul, para Nabi, dan para Wali-wali Allah, bahwa sebelum Allah mengangkat derajatnya maka Allah menurunkan berbagai macam cobaan yang ditimpakan kepadanya. Seperti kisah pada nabi Adam sampai Nabi Muhammad dan para Wali-wali Allah yang lainnya. Ibarat seperti kita jika kita akan naik tingkat maka kita harus lulus terhadap ujian tersebut, semakin tinggi tingkatannya maka semakin berat pula ujiannya. Maka kita harus bersabar, ridho, serta berfikir positif bagaimana caranya agar kita lolos dan menjadi umat yang unggul. Kita berfikir positif dengan mawas diri, mengubah, membenahi kesalahan-kesalahan apa yang telah kita perbuat supaya tidak mengulangi lagi dan bagaimana caranya agar kita bisa memperbaikinya agar menjadi lebih baik. Berbuat sesuai sunatullah (hukum-hukum Allah). Memahami hikmah dari setiap kejadian karena Allah menciptakan segala sesuatu penuh dengan makna, tidak ada yang sia-sia. Semoga kita menjadi umat yang di Ridhoi Allah swt.Amin3X ya Allah
Semangat dan Positif Thinking untuk menjadi lebih baik dan menjadi yang terbaik!!

Created by
FITKA APNIYUSTIA
Mahasiswa IAIN WALISONGO
Jurusan Tasawuf dan Psikoterapi

Kamis, 28 Oktober 2010

RAHASIA SUKSES

 Enam (6) hal yang harus diperhatikan untuk mencapai kesuksesan
1. Taat (taqwa) kepada Allah swt dan disiplin dalam segala hal
2. Selalu berfikir positif
3. Niat yang baik dan bertujuan untuk kebaikan
4. Bersungguh-sungguh dalam berusaha, jangan malas, jangan menyerah, jangan putus asa
5. Evaluasi terhadap semua yang berkaitan. Mungkin tentang kelemahan diri kita, pencarian solusi dll
6. Kuasai ilmunya, karena jika orang menguasai ilmu maka orang tersebut akan menguasai sesuatu hal sebatas ilmu yang dimiliki.

HUKUM KLIMAKS

Hukum Klimaks (hukum titik puncak)

Kita semua mengetahui bahwa di alam semesta ini tidak ada hal yang abadi kecuali hanya Allah yang esa semua ciptaanya akan mengalami perubahan tidak ada yang tetap pada bentuk dan posisinya. Jika kita menghayati gunung yang kelihatanya tetap pada posisinya, padahal tidaklah demikian. Dalam Q.S Al Naml 27 ; 88 dijelaskan “dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap ditempatnya, padahal dia berjalan sebagai jalannya awan..” benda – benda / makhluk-makhluk yang lainpun juga sama mengalami perubahan begitupula peradaban manusia semua akan mengalami perubahan dari titik terendah menuju titik puncak atau klimaks dan akhirnya menurun sampai pada titik lenyap atau kehancurannya. Hukum klimaks yaitu bahwa segala sesuatu yang ada didunia akan mengalami proses perubahan dari titik terendah atau awal permulaan terus berkembang menuju titik puncaknya dan setelahnya mengalami penurunan sampai pada akhirnya titik lenyap atau titik hancur. Semua proses daur ulang pun hanya untuk menghambat saja agar tidak cepat pada titik lenyap. Daur ulangpun kadang membuat hal baru lagi, benda aslinya sebenarnya sudah dikatakan lenyap dan itu pun dimulai dari awal dan tetap akan mengalami klimaks hingga sampai pada titik lenyapnya.
Semua akan mengalaminya baik itu benda mati, makhluk hidup, maupun segala ciptaannya dan perbuatannya akan mengalami klimaksnya hinga sampai pada kehancurannya. Kita bisa perhatikan yang ada pada diri kita dan lingkungan sekitar bahwa benda, manusia, negara, kerajaan, peradaban, kecanggihan teknologi, energi akan mengalami hal tersebut.
Sebelum melihat lebih jauh kita amati diri kita sendiri dahulu bahwa kita dari belum ada dan proses sampai kita ada, lahir belum tahu apapun dan belum bisa apapun, menuju anak-anak, remaja dan dewasa. Pada masa remaja dan dewasa (masa muda) inilah masa keemasan kita. Kita bisa melakukan banyak hal saat kondisi badan kita masih kuat, pikiran kita masih segar, ingatan-ingatan masih kuat, menuju menjelang tua, usia lanjut, tua renta dan akhirnya mati lenyap lagi menjadi tanah. Titik lenyap pada setiap benda, makhluk dan segala ciptaan dan perbuatannya berbeda-beda. Ada yang mengalami proses klimaksnya lama terus setelah klimaks langsung lenyap, ada yang mengalami proses klimaknya cepat terus proses menuju titik lenyapnya lama, ada yang agak stabil dan lain sebagainya.
Contoh yang lainnya kita bisa perhatikan sejarah-sejarah pada zaman dahulu seperti peradaban yunani kuno, mesir, babilonia, dinasti-dinasti cina, daulah-daulah islam semua mengalami masa keemasan / puncak kejayaan dan akhirnya mengalami kehancuran dan sekarang hanya tinggal sejarahnya saja.
Kita jangan bangga dengan kecanggihan teknologi sekarang yang masih terus berkembang semua itu juga akan mengalami titik klimaknya bahwa suatu saat nanti teknologi akan mengalami titik lenyap juga, jaman kecanggihan akan menjadi seperti jaman seperti dahulu lagi. Kitapun tidak boleh pesimis membandingkan Indonesia dengan negara-negara lain bahwa Indonesia belum mengalami kemajuan yang tinggi, semua itu akan tetap berjalan sampai pada masanya entah itu kapan tapi yang jelas Indonesia akan menjadi negara maju sedangkan negara yang sudah maju akan mengalami proses kemunduran juga dan bahkan mengalami proses kehancuran seperti kita ketahui sejarah-sejarah dari masa lalu. Kalau kita amati juga sebenarnya ada peradapan yang paling tinggi diantara semua peradaban entah masa kita atau masa yang akan datang dan selanjutnya peradabannya hampir seperti dahulu dan akhirnya lenyaplah peradaban manusia.

Created by Muhammad Yustia