Pengaruh Lingkungan Terhadap Kesehatan Jiwa
A. PENDAHULUAN
Kita semua sudah paham akan dampak atau pengaruh lingkungan terhadap kondisi kesehatan kita baik secara fisik maupun secara psikis. Lingkungan merupakan segala sesuatu yang ada pada diri kita sehingga secara otomatis akan berpengaruh pada diri kita. Jika lingkungan sehat maka diri kita pun bisa jadi sehat, dan bila lingkungan kita kurang sehat atau tidak baik juga akan berpengaruh pada kesehatan kita pula.
Dalam ilmu kesehatan masyarakat kita diterangkan berbagai macam ilmu tentang mencegah timbulnya penyakit, kondisi lingkungan yang baik, dan cara mempertinggi nilai kesehatan baik secara fisik maupun psikis.
Pada makalah ini akan membahas tentang pengertian konsep sehat dan sakit, faktor-faktor yang mempengaruhi kesehatan baik secara fisik maupun jiwa, bentuk-bentuk pencemaran lingkungan dan dampaknya, serta usaha mencapai kesehatan secara holistik.
B. PEMBAHASAN
1. Konsep Sehat dan Sakit
a. Pengertian Sehat
Sehat merupakan sebuah keadaan yang tidak hanya terbebas dari penyakit akan tetapi juga meliputi seluruh aspek kehidupan manusia yang meliputi aspek fisik, jiwa, fikiran, emosi, sosial dan spiritual. Sehat merupakan keadaan seseorang yang dapat memenuhi kebutuhan pokoknya sesuai dengan derajatnya masing-masing sebagai umat manusia.
Menurut WHO (1947) Sehat itu sendiri dapat diartikan bahwa suatu keadaan yang sempurna baik secara fisik, mental dan sosial serta tidak hanya bebas dari penyakit atau kelemahan (WHO, 1947).
Definisi WHO tentang sehat mempunyui karakteristik berikut yang dapat meningkatkan konsep sehat yang po¬sitif (Edelman dan Mandle. 1994):
1) Memperhatikan individu sebagai sebuah sistem yang menyeluruh.
2) Memandang sehat dengan mengidentifikasi ling¬kungan internal dan eksternal.
3) Penghargaan terhadap pentingnya peran individu dalam hidup.
UU No.23 tahun 1992 tentang Kesehatan menyatakan bahwa: Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan hidup produktif secara sosial dan ekonomi. Dalam pengertian ini maka kesehatan harus dilihat sebagai satu kesatuan yang utuh terdiri dari unsur-unsur fisik, mental dan sosial dan di dalamnya kesehatan jiwa merupakan bagian integral kesehatan.
Dalam pengertian yang paling luas sehat merupakan suatu keadaan yang dinamis dimana individu menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan lingkungan internal (psikologis, intelektual, spiritual dan penyakit) dan eksternal (lingkungan fisik, sosial, dan ekonomi) dalam mempertahankan kesehatannya.
b. Pengertian Sakit
Ada beberapa batasan tentang sakit yaitu :
1. Menurut Perkins sakit adalah suatu keadaan yang tidak menyenangkan yang menimpa seseorang sehingga menimbulkan gangguan aktifitas sehari-hari baik jasmani, rohani dan sosial.
2. Menurut Webster’s New Collegiate Dictionary, sakit adalah suatu kondisi dimana kesehatan tubuh lemah.
3. Sakit adalah keadaan yang disebabkan oleh bermacam-macam hal (kejadian atau kelainan) yang dapat menimbulkan gangguan terhadap susunan tubuh (fungsi tubuh) .
4. Sakit adalah keadaan yang tidak seimbang antara fisik, jiwa dan fikiran yang disebabkan oleh beberapa faktor.
2. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kesehatan Baik Secara Fisik Maupun Jiwa
Ada tiga faktor yang mempengaruhi kesehatan seseorang yaitu :
a) Penyebab penyakit (agent)
b) Manusia sebagai tuan rumah (host)
c) Lingkungan (enviroment)
a) Penyebab Penyakit (agent)
Penyebab penyakit dapat dibagi dalam dua golongan yaitu :
1. Golongan eksogen yaitu penyebab penyakit yang terdapat di luar tubuh manusia yang dapat menyerang perorangan dan masyarakat. Terbagi atas :
• Yang nyata dan hidup
Penyebab penyakit ini sering disebut bibit penyakit seperti bakteri, rickettsia, virus, cacing, protozoa, jamur, dan sebagainya.
• Yang nyata dan tidak hidup terdiri dari
- Zat-zat kimia, seperti racun-racun, dan sebagainya.
- Trauma seperti trauma elektrik (kena arus listrik), trauma mekanik (terpukul, tertabrak), trauma thermos (terbakar)
- Makanan ; kekurangan beberapa zat makanan seperti protein, vitamin-vitamin, mineral atau kekurangan makanan secara keseluruhan (kelaparan/gizi buruk)
• Yang berbentuk abstrak
- Bidang ekonomi : kemiskinan
- Bidang sosial : sifat a-sosial (yaitu sifat orang yang tidak dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya, sehingga sering melakukan tindakan-tindakan yang tidak sesuai dengan hukum yang berlaku dalam masyarakat, orang ini terasing dari masyarakat) ataupun anti sosial (yaitu sifat orang yang terang-terangan tindakannya bertentangan dengan hukum yang berlaku dalam masyarakat).
- Bidang mental : kebiadaban, asusila, tidak berperikemanusiaan dan sebagainya.
2. Golongan endogen yaitu sifat seseorang yang dasarnya sudah ditentukan sejak lahir, yang memudahkan timbulnya penyakit tertentu. Termasuk golongan ini adalah :
• Habitus (perawakan) misalnya habitus asthenikus yaitu perawakan yang tinggi kurus dan berdada sempit dikatakan mudah terserang tuberculosis.
• Penyakit turunan misalnya asma, buta-warna, diabetes dan sebagainya.
b. Manusia sebagai tuan rumah (host)
Manusia sebagai tuan rumah, yaitu manusia yang dihinggapi penyakit, merupakan faktor yang sangat penting. Bila seseorang ditulari bibit penyakit, maka belum tentu orang tersebut menderita sakit karena masih tergantung dari beberapa hal. Salah satu diantaranya adalah daya tahan tubuh orang tersebut. Daya tahan tubuh yang tinggi, baik badan, jiwa maupun sosialnya dapat menghindarkan manusia dari berbagai jenis penyakit baik fisik maupun jiwa.
Daya tahan tubuh ini dapat ditingkatkan dengan berbagai cara antara lain digolongkan menjadi :
- Pola makan
- Pola fikir
- Pola hidup
Daya tahan masyarakat tergantung pada daya tahan perorangan yang membentuk masyarakat itu. Makin tinggi daya tahan perorangan dan makin banyak orang yang meningkatkan daya tahan tubuhnya maka semakin tinggi pula daya tahan masyarakat, sehingga kesehatan masyarakat semakin terjamin.
c. Lingkungan (environment)
Lingkungan hidup adalah segala sesuatu baik benda maupun keadaan yang berada di sekitar manusia yang dapat mempengaruhi kehidupan manusia dan masyarakat.
Lingkungan hidup dapat dibagi dalam 4 golongan dan masing-masing ada yang berguna dan ada yang merugikan serta yang satu mempengaruhi yang lainnya secara timbale balik. Golongan tersebut antala lain :
1. Lingkungan Biologik, terdiri atas organisme yang berada di sekitar manusia.
Yang merugikan :
• Bibit penyakit seperti bakteri, virus, rickettsia, jamur, protozoa, cacing dan sebagainya.
• Binatang penyebar penyakit seperti lalat, tikus, nyamuk dan sebagainya.
• Organisme sebagai hama tanaman atau pembunuh ternak.
Yang berguna :
• Tumbuhan dan hewan sebagai bahan makanan
• Organisme yang berguna untuk industri seperti obat antibiotika, ragi, bahan obat-obatan lainya.
2. Lingkungan Fisik, terdiri atas benda-benda tak hidup yang berada disekitar manusia. Termasuk di dalamnya udara, sinar matahari, air, perumahan, sampah dan lainnya.
Yang merugikan :
• Udara berdebu mengandung gas beracun, baik dari kendaraan bermotor maupun dari pabrik.
• Iklim yang buruk, tanah yang tandus, air yang kotor dan tercemar, pembuangan sampah, kotoran, dan limbah.
Yang berguna :
Udara yang bersih, tanah yang subur dengan iklim, perumahan yang sehat makanan yang cukup dan sehat, dan sebagainya.
3. Lingkungan Ekonomi, merupakan lingkungan yang abstrak.
Yang merugikan :
Kemiskinan merupakan lingkungan hidup yang sangat membahayakan kesehatan manusia baik secara fisik maupun jiwa. Karena orang miskin tidak dapat memenuhi kebutuhan akan makanan yang sehat, yang akan melemahkan daya tahan tubuhnya sehingga mudah diserang penyakit, dan karena faktor kemiskinan dapat memicu meningkatnya gangguan jiwa.
Yang menguntungkan :
Kemakmuran yang merata pada setiap anggota masyarakat.
4. Lingkungan Mental Sosial, merupakan lingkungan hidup abstrak contohnya hubungan pertemanan, hubungan kerja, dan lain sebagainya. Lingkungan ini sangat erat kaitannya juga dengan kesehatan manusia baik secara fisik maupun jiwa. Jika lingkungan sosial baik maka akan tercipta hubungan yang harmonis pula dalam masyarakat.
Yang merugikan :
Sifat anti-sosial, asusila, egoistis dan lain sebagainya.
Yang menguntungkan :
Sifat saling membantu (gotong royong), toleransi, sadar dan patuh pada hukum dan peraturan yang berlaku di masyarakat.
Dalam hal hubungan manusia dengan lingkungan yang mengandung bahaya baginya, ada dua tindakan yang dapat diambil agar tetap sehat, yaitu :
- Tindakan yang ditujukan kepada manusia sendiri agar mempunyai daya tahan tubuh yang tinggi serta menghindari kontak dengan bibit penyakit dan penyebab penyakit lainnya.
- Tindakan yang ditunjukan kepada lingkungan hidup manusia dengan maksud mengubah lingkungan hidup, sehingga faktor yang buruk dapat diatasi dan tidak membahayakan kesehatan manusia.
3. Bentuk-bentuk Pencemaran Lingkungan dan Dampaknya.
Polusi atau pencemaran
Yaitu semua hal yang menimbulkan terganggunya sistem keseimbangan pada lingkungan hidup yang menyangkut aspek kesehatan dan semua yang menyebabkan gangguan serta kenyamanan makhluk hidup
Mengenai polutan (unsur-unsur penyebab polusi), dapat digolongkan menjadi dua, yaitu :
1). Yang bersifat kuantitatif
yaitu terdiri dari unsur-unsur yang secara alamiah telah ada di dalam alam ini, tetap jumlahnya semakin bertambah karena kegiatan manusia sehingga menyebabkan pencemaran, misalnya : karbondioksida, nitrogen, posfor dan sebagainya.
2). Yang bersifat kualitatif
Yaitu terdiri dari senyawa-senyawa yang terjadi karena sengaja dibuat manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, tetapi kurang bijaksana dalam penggunaannya, misalnya: pestisida, detergen, pupuk, dan sebagainya.
Pencemaran sangat banyak jenisnya dan ada beberapa hal yang perlu diketahui adalah pencemaran air, pencemaran tanah, pencemaran udara, pencemaran suara, pencemaran sinar atau cahaya.
Jenis-jenis pencemaran antara lain :
a). Pencemaran Air
Air merupakan salah satu bagian terpenting dalam kehidupan kita. Jika air mengalami pencemaran maka dampaknya sudah secara langsung mengenai manusia karena air merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia dan semua makhluk hidup lainya. Pencemaran air sebagian besar disebabkan oleh ulah manusia yang kurang bijaksana seperti pembuangan limbah di sungai, baik berupa limbah rumah tangga seperti sisa cucian yang mengandung zat-zat detergen, maupun limbah industri yang mengandung zat-zat kimia berbahaya. Dalam bidang pertaniaan penggunaan pestisida, pupuk tanaman. Air yang sudah tercemar sudah tidak baik bagi kesehatan karena mengandung zat-zat kimia berbahaya seperti timah, posfat, belerang, unsur-unsur pestisida dan lain sebagainya selain dari zat-zat kimia air pula dapat tercemari oleh bibit penyakit, yang dapat menyerang manusia dan hewan.
b). Pencemaran Tanah
Pencemaran tanah sangat erat kaitannya dengan pencemaran air sebab air akan meresap dengan tanah, jika air tercemar maka tanah pun bisa tercemar. Bentuk-bentuk pencemaran tanah antara lain dari akibat pembuangan limbah, penggunaan zat-zat kimia yang melebihi batas. Dampak dari pencemaran tanah mengakibatkan tanah menjadi tidak produktif atau mengalami penurunan kualitas.
c). Pencemaran Udara
Udara dikatakan sudah tercemar manakala susunan kandungan senyawa yang ada dalam udara sudah tidak seimbang. Polusi udara pun sangat perpengaruh langsung pada kesehatan manusia dan makhluk hidup lainnya. Polusi udara ditimbulkan dari berbagai hal seperti, sisa sisa pembakaran baik dari kendaraan bermotor, asap dapur rumah tangga, kebakaran hutan, ledakan bom, pembuangan sampah dan sebagainya. Kualitas udara di daerah-daerah industri, perkotaan dan sekitar jalanan sudah banyak yang tercemar.
d). Pencemaran Suara
Pencemaran suara biasanya ditimbulkan dari mesin-mesin yang sedang bekerja, Dampak yang timbul dari pencemaran suara tidak hanya berdampak pada fisiologis saja melainkan juga dampak psikologis. Orang yang terlalu lama di dalam kebisingan bisa memicu stress seperti halnya para pekerja di pabrik, sopir-sopir dan lain sebagainya. Orang yang mendengarkan lagu saja bila terus menerus bisa menyebabkan kebosanan apalagi dengar suara-suara yang gaduh.
e). Pencemaran Sinar atau Cahaya
Dalam kehidupan sehari-hari kita mengenal banyak macam sinar. Pengaruh sinar pun bermacam-macam ada yang bermanfaat ada pula yang berbahaya. Tiap-tiap jenis sinar mempunyai perbedaan pada frekuensi getar atau gelombang elektromagnetiknya. Tiga sinar yang kategori paling tinggi frekuensi gelombang elektromagnetiknya antara lain : sinar gamma (γ), sinar X (sinar Rontgen), sinar Ultra Violet (UV). Sinar gamma (γ) memiliki gelombang eloktromagnetik paling tinggi dan ini yang paling berbahaya. Sinar ini tidak tampak dan dapat menembus apa saja yang menghalanginya karena sinar ini mempunyai panjang gelombangnya yang pendek. Sinar gamma (γ) dapat merusak susunan kromosom atau gen dalam inti sel sehingga mengasilkan keturunan yang bervariasi ada yang mati, ada yang cacat, ada yang unggul karena adanya mutasi gen. Sinar gamma (γ) timbul dari zat radioaktif atau nuklir. Nuklir disamping mempunyai manfaat besar juga menyimpan bahaya yang besar pula.
Dari uraian bentuk-bentuk pencemaran maka kita bisa menganalisa bahwa pencemaran lingkungan akan berdampak langsung pada kesehatan manusia baik secara fisik maupun psikis. Dampak secara fisiologis kita bisa mengetahui dengan mudah seperti tubuh menjadi sakit atau rentan terhadap penyakit sedangkan dampak secara psikis ada yang secara langsung ada pula yang tidak langsung.
Dampak secara langsung seperti terjangkit penyakit gila yang disebabkan oleh bakteri. Dalam sebuah penelitian ilmiah telah menemukan penyebab penyakit psikis yang berasal dari faktor bakteri, dengan demikian gangguan jiwa pun dapat disebabkan oleh bakteri. Dalam sebuah penelitian menerangkan, penyebab orang mengalami gangguan jiwa ialah bakteri berbeda yang aktif dan berkembang biak dalam tubuh mereka. Sebagai contoh, streptokokus dapat memicu sindrom Tourette, yang akrab disebut sebuah gangguan dari sistem saraf pusat yang terkait dengan berbagai saraf tak sadar, gerakan obsesif, dan sebagainya. Para ilmuwan mengklaim bahwa dalam kasus seperti bakteri biasanya menembus langsung ke dalam area otak yang bertanggung jawab untuk reaksi motif. Mereka memprovokasi perintah palsu menyebabkan saraf tak sadar, agresi, dan gangguan emosional. Demikian yang disitat dari Genius Beauty, Kamis (24/3/2011).
Dampak tidak langsung yaitu dengan kondisi tubuh yang sakit maka akan berpengaruh pada kesehatan jiwa pula, karena keduanya saling keterkaitan dan kesehatan jiwa merupakan bagian yang integral sehingga tidak bisa dipisahkan. Jika tubuh sakit maka akan mempengaruhi jiwa seseorang begitu juga sebaliknya, misal jika ada orang sedang sakit gigi maka emosional orang tesebut sangat sensitif sehingga tidak ingin di ganggu, dan terkadang cepat marah/tersinggung.
4. Usaha Mencapai Kesehatan Secara Holistik
Pengertian sehat yaitu jika kondisi tubuh manusia secara fisik dan jiwanya mengalami keseimbangan antara lain keseimbangan tubuh (body), Jiwa (soul), fikiran (mind), jika individu-individu disuatu masyarakat itu sehat maka akan tercipta kesejahteraan dan produktivitas sosioekonomi yang baik pula. Atas dasar definisi tersebut maka manusia selalu dilihat sebagai satu kesatuan yang utuh (holistik) dari unsur badan (organo biologik), jiwa (psiko edukatif), sosial (sosio kultural) yang tidak dititik beratkan pada penyakit tetapi pada kualitas itu yang terdiri dari kesejahteraan dan produktivitas sosial ekonomi. Dan definisi tersebut tersirat bahwa kesehatan jiwa merupakan bagian yang tidak terpisahkan (integral) dari kesehatan dan unsur utama dalam menunjang terwujudnya kualitas hidup manusia yang utuh.
Faktor-faktor yang mempengaruhi kesehatan manusia antara lain faktor internal dan faktor eksternal. Faktor-faktor tersebut antara lain :
a. Pola Makan
Setiap makanan yang kita konsumsi akan mengalami proses pencernaan jika makanan itu baik maka akan menyehatkan tubuh orang tersebut dan begitu juga sebaliknya. Makanan yang baik bagi tubuh adalah makanan yang halal dan toyib. Makanan yang halal saja belum tentu baik bagi tubuh, misal saja gula itu halal tetapi tidak toyib bagi penderita diabetes, santan dan makana berminyak tidak baik untuk penderita kolesterol, garam tidak baik bagi penderita hipertensi, sayuran kul tidak baik bagi penderita hipotensi, dan berbagai makanan lain sehingga kita harus memperhatikan pola makan kita untuk menjaga kesehatan tubuh manusia secara fisik.
b. Pola Hidup
Pola hidup ini berkaitan dengan cara kita mengatur segala aktifitas kita misal saja penentuan waktu untuk bekerja, belajar, istirahat, berolah raga, refreshing dan lain sebagainya. Sebab dalam tubuh manusia secara fisik maupun jiwa butuh waktu istirahat. Orang yang berlebihan ataupun kurang dalam beristirahat maupun bekerja akan berpengaruh pada kesehatan orang tersebut. Kita dapat menyesuaikannya sendiri tergantung kebutuhan.
c. Pola Fikir
Banyak kalangan dari kita sering pesimis dalam berfikir untuk melakukan sesuatu, takut dalam menghadapi masalah, sering dimanja dalam kenyamanan, sering dalam ketidaksadaran, dan yang paling parah yaitu selalu memandang atau menilai secara negatif. Pola berfikir sangat erat kaitannya dengan kesehatan manusia baik secara fisik maupun jiwa.
Pola fikir yang sehat yaitu kita selalu berfikir positif dalam segala hal. Berfikir positif dapat memicu energi-energi positif pula yang mampu menyehatkan secara fisik dan mengatasi berbagai masalah. Dengan berfikir positif maka akan menghasilkan energi positif yang mampu membangkitkan semangat manusia untuk berkarya.
Setiap manusia mempunyai empat macam lokasi untuk mengakses data di otaknya, yaitu visualisasi atau melihat hal-hal yang telah lalu, misalnya masa kecil ; imajinasi yaitu melihat dengan cara membuat simulasi tentang apa yang terjadi atau dibayangkan terjadi (khayalan belaka), misalnya Walt Disney; listening, yaitu mendengar perkataan dari masa lalu, misalnya kata ayah dan ibu serta nyanyian; discussing, yaitu mendengar dengan cara membuat simulasi tentang apa yang bisa terjadi dan membayangkan berdiskusi dengan orang lain.
C. KESIMPULAN
Dalam uraian makalah dapat disimpulkan bahwa lingkungan mempunyai peranan yang sangat besar dalam mempengaruhi kehidupan manusia baik secara fisik maupun psikis. Jika lingkungan sehat maka akan mempengaruhi kesehatan manusia dan makhluk lainnya, demikian juga sebaliknya
DAFTAR PUSTAKA
Azinar, Muhammad, “Konsep Sehat-Sakit”, 2010.
Sarudji, Didik dkk, “Ilmu Kesehatan Masyarakat, jilid I”, (Semarang : Pusdiknakes, 2004).
Abdullah Aly dan Eny Rahma, Ilmu Alamiah Dasar, (Jakarta: Bumi Aksara, 2009 ) Eds 1, Cet. 15.
http://www.google.co.id/
H, Priatno, M, Spiritual Thinking, Sukses dengan Neuro Linguitic Programming (NLP) dan Tasawuf , (Bandung: Mizan Pustaka, 2007).
MAKALAH
PENGARUH LINGKUNGAN TERHADAP KESEHATAN JIWA
Disampaikan Dalam Diskusi Mata Kuliah “Antropobiologi”
Dosen Pengampu: Dr. Anik Setyo Wahyuningsih
Disusun oleh :
FITKA APNIYUSTIA ( 094411005 )
FAKULTAS USHULUDDIN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI WALISONGO
SEMARANG
2011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar